Penyuluh Buddha Kabupaten Kebumen – Terlahir menjadi manusia merupakan suatu berkah yang luar biasa. Butuh banyak kebajikan untuk mengkondisikan kita terlahir dialam Manusia, sehingga selayaknya kita bersyukur dan bahagia karena berkat kebajikan yang kita lakukan kita memiliki kehidupan saat ini. Terlepas bagaimana kehidupan kita saat ini yang terkadang masih mengalami penderitaan yang disebabkan perbuatan kita saat ini maupun masa lampau masih ada harapan dan kebahagiaan yang dapat kita nikmati saat ini melalui pengkondisian Pikiran, Ucapan dan perbuatan kita.
Buddha bersabda dalam Dhammapada, Syair 1 yang berbunyi:
“Segala sesuatu didahului oleh pikiran, pikiran adalah pemimpin, segala sesuatu terbentuk oleh pikiran. Bila seseorang berbicara atau bertindak dengan pikiran yang jernih dan bersih, maka kebahagiaan akan mengikutinya,
seperti bayangan yang tak pernah meninggalkan”.
Dari petikan Syair Dhammapa di atas dapat kita pahami bawasannya kalau ingin hidup bahagia maka pikiran kita selayaknya diarahkan pada hal-hal yang baik dan benar yang mengkondisikan menuju kebahagiaan, jangan diarahkan kepada hal-hal yang menjerumuskan pada penderitaaan. Kemana kondisi kehidupan kita capai, tergantung kearah mana pikiran kita bawa.
Oleh karena itu, akan di isi dengan apa pikiran kita dan point apa yang ingin kita capai merupakan pilihan kita sendiri, dan ketika kita ingin dan memilih untuk bahagia maka jangan lagi membebani diri kita dengan hal-hal yang tidak berguna dan bahkan itu menjadi sampah bagi pikiran kita. Karena terkadang kita lebih suka membebani pikiran kita dengan masalah orang lain dan Kepo dengan kehidupan orang lain yang bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan kita atau menyimpan rasa benci dan iri terhadap orang lain yang terkadang orang yang kita benci tidak menyadari kebencian kita bahkan tidak peduli pada kita sehingga ketika bertemu tanpa rasa bersalah menyapa kita dengan ramah dan senyuman. dan pada akhirnya kebencian yang kita simpan itu semakin menyakiti diri kita sendiri.
Hal-hal ini sering kali terjadi dan akhirnya menghambat kita untuk bahagia, oleh karena itu maka mari kita lepaskan sampah-sampah pikiran yang disebabkan oleh kebencian, kemarahan, rasa tidak puas. karena sejatinya kita hidup untuk bahagia dan kita punya kesempatan untuk bahagia. Sebagai umat Buddha kita hidup bukan hanya untuk masa lampau atau masa akan datang tetapi kita juga hidup untuk masa sekarang, sehingga selayaknya kita menikmati hidup ini dengan bahagia, dengan menjaga Pikiran kita, dan mengarahkan pada hal-hal yang mengkondisikan diri kita kearah kebahagiaan yaitu mengembangkan pikiran yang penuh cinta kasih, welas asih dan kebijaksanaan.
“Pikiran yang membawa kebencian, keserakahan, dan kekerasan menimbulkan penderitaan; pikiran yang bebas dari itu menumbuhkan kebahagiaan dan kebijaksanaan.”(Majjhima Nikāya 19 – Dvedhāvitakka Sutta)
Teguh Prassetya, S.Dt.B
(Penyuluh Buddha, Kab. Kebumen)

