Kebumen – Humas – Sebanyak 20.633 santri mengikuti Pawai Budaya dan Istighosah di Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Minggu (18/10/2026). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 ini digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Selain mempererat persatuan, kegiatan tersebut menjadi momentum doa bersama untuk keselamatan bangsa sekaligus penguatan perhatian terhadap perkembangan pesantren di Kebumen.
Jumlah peserta tersebut berdasarkan laporan panitia dari seluruh koordinator kecamatan lembaga pendidikan keagamaan Islam. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren memadati kawasan pantai. Tingginya antusiasme peserta bahkan menyebabkan kepadatan lalu lintas dari depan Kecamatan Buluspesantren menuju lokasi kegiatan.
Wakil Bupati Kebumen H. Zaeni Miftah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin beserta jajaran, perwakilan Polres Kebumen dan Kodim 0709 Kebumen, serta para pengasuh pondok pesantren turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, H. Fahrudin, yang juga menjabat Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang menampilkan budaya santri. Pawai dan istighosah juga menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bangsa Indonesia.
Menurut Fahrudin, doa bersama tersebut membawa sejumlah harapan, mulai dari terjaganya persatuan dan kesatuan, tumbuhnya kemanfaatan santri bagi masyarakat, hingga terwujudnya kehidupan bangsa yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mengenang perjuangan ulama, kiai, dan pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Pembangunan bangsa tidak cukup hanya melalui kerja fisik dan kebijakan. Kita juga membutuhkan doa, keikhlasan, dan rida Allah SWT.,” ujar Fahrudin.
Untuk memperkuat tujuan itu, panitia menyelenggarakan khatmil Qur’an dan mujahadah Asmaul Husna bersama seluruh peserta. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah dan doorprize, antara lain puluhan sepeda, satu sepeda listrik, kulkas, serta hadiah lainnya. Hadiah utama berupa satu paket umrah dipersembahkan oleh PT Attamimi Tawakkal Alalloh, Biro Umrah dan Tour dari Pondok Pesantren Al Azhar, Karangsari, Purwodadi, Purworejo.
Karenanya, Fahrudin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen dan seluruh pihak pendukung. Dukungan juga datang dari PCNU Kabupaten Kebumen, PD Muhammadiyah Kabupaten Kebumen, FKPP Kabupaten Kebumen, Bank Jateng Kantor Cabang Kebumen, RMI-NU Kabupaten Kebumen, BADKO Kabupaten Kebumen, FKDT Kabupaten Kebumen, LMY Kabupaten Kebumen, Qiro’ati Kabupaten Kebumen, serta Toserba Jadi Baru Kebumen.
Kemenag Kebumen Dorong 100 Pesantren Mengurus Izin Operasional
Di tengah semangat kebersamaan para santri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan pesantren. Ia menyebutkan, dari 210 pondok pesantren terdata di Kabupaten Kebumen, baru 110 pesantren memiliki izin operasional. Dengan demikian, masih ada 100 pesantren membutuhkan pendampingan untuk memenuhi persyaratan administrasi dan legalitas.
“Kita ingin seluruh pondok pesantren di Kabupaten Kebumen memiliki izin operasional. Karena itu, pesantren yang belum berizin tidak dibiarkan berjalan sendiri, tetapi akan dibina dan didampingi hingga memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Anif.
Ia menegaskan, pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan pesantren memenuhi ketentuan sekaligus mampu memberikan layanan pendidikan keagamaan secara aman dan berkualitas. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan mitra strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Anif juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan pendidikan pesantren, terlebih dengan telah terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama. Prakarsa pembentukannya mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Penguatan kelembagaan ini selanjutnya diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2026 yang ditandatangani pada 4 Agustus 2026 serta diundangkan pada 6 Agustus 2026.
Menurut Anif, kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren menjadi angin segar bagi pengembangan pendidikan pesantren di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kebumen. Dengan perhatian dan dukungan pemerintah yang semakin kuat, pesantren diharapkan semakin berkembang, baik dari sisi kelembagaan, mutu pendidikan, kualitas sumber daya manusia, maupun ketersediaan sarana dan prasarana. Ia berharap, momentum ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pengelola pesantren di Kebumen untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat peran pesantren dalam melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Wakil Bupati: Santri Punya Peran Penting Menuju Indonesia Emas
Wakil Bupati Kebumen H. Zaeni Miftah mengaku terharu melihat besarnya antusiasme peserta. Ia menyaksikan langsung kepadatan peserta menuju lokasi dan memilih berjalan kaki bersama para santri.
“Ini luar biasa. Salah satu indikator keberhasilan kegiatan mujahadah dan pawai adalah besarnya partisipasi masyarakat,” ungkap Zaeni.
Ia mengapresiasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, doa dan ikhtiar bersama menjadi bagian penting untuk mewujudkan Indonesia Emas serta kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
Sebagai seorang santri yang kini mengemban amanah di pemerintahan, Zaeni optimistis santri dapat berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk terus mendukung kemajuan pendidikan Islam dan pesantren.
“Kami akan menggandeng seluruh elemen, terutama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, untuk memajukan pendidikan Islam dan pesantren,” tegasnya.
Dukungan tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, mutu pendidikan dan pembelajaran, penyediaan sarana serta prasarana, dan penguatan kelembagaan pesantren.
Partisipasi lebih dari 20 ribu santri dalam Pawai Budaya dan Istighosah Hari Santri 2026 menunjukkan besarnya potensi pesantren sebagai kekuatan sosial dan pendidikan di Kebumen. Semangat kebersamaan itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi kerja nyata untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempersiapkan generasi santri berkontribusi bagi Indonesia Emas.

