Kebumen – Humas – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin menekankan pentingnya pendidikan berbasis cinta untuk mencegah krisis empati dan membentuk karakter mulia sejak dini. Pesan tersebut disampaikan pada peringatan Milad ke-24 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di Hotel Candisari, Karanganyar, Kamis (29/10/2026).
Dalam sambutannya, Anif menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pendidikan di Raudhatul Athfal (RA) sebagai bagian dari pendidikan anak usia dini. Menurutnya, cinta mengajarkan seseorang untuk memberi, peduli, dan memahami perasaan orang lain, bukan sekadar meminta atau memarahi.
“Jangan sampai anak-anak kita mengalami krisis empati. Karena itu, Kurikulum Berbasis Cinta harus kita tanamkan sejak dini,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendampingi dan mengarahkan murid agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter mulia. Keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari akhlak yang menjadi bekal kesuksesan di dunia dan akhirat.
Empati perlu dilatih melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi makanan dengan teman, saling membantu, dan peduli terhadap lingkungan. Pembiasaan tersebut penting untuk membentuk anak agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang individualistis.
Di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan telepon genggam (HP), peran guru dan orang tua juga semakin penting dalam mendampingi anak. Pendidikan perlu memberikan ruang bagi interaksi sosial, keteladanan, dan pembiasaan perilaku baik agar anak tetap memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Ketua PD IGRA Kebumen, Siti Nafingatun, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen atas dukungan dan semangat yang diberikan kepada IGRA. Ia mengajak seluruh jajaran IGRA untuk terus berkhidmat dengan semangat menciptakan generasi yang berakhlakul karimah.
Menurut Siti Nafingatun, visi IGRA harus membumi dan diwujudkan dalam praktik pendidikan sehari-hari. Guru RA memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai agama, membiasakan perilaku terpuji, serta memberikan keteladanan kepada anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kebumen, Mulyono, serta para pengawas madrasah.
Peringatan Milad ke-24 IGRA menjadi momentum untuk memperkuat komitmen para guru RA dalam menghadirkan pendidikan berbasis cinta. Melalui pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan, empati, dan akhlak mulia, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama.


