Kebumen – Humas – Pemandangan berbeda mencuri perhatian warga saat rombongan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen melintas dalam Karnaval Pembangunan Kabupaten Kebumen, Selasa (18/8/2026).
Sejumlah perwakilan pemeluk agama tampil bersama dan duduk berdampingan dalam satu kendaraan hias. Mereka datang dengan identitas keagamaan masing-masing, tetapi berada dalam satu barisan dan satu kendaraan.
Pesan visual itu sederhana, namun kuat: perbedaan tidak harus memisahkan.
Kehadiran para pemeluk agama dalam satu mobil menjadi simbol kehidupan masyarakat Kebumen sehari-hari. Di tengah keberagaman keyakinan, masyarakat tetap dapat hidup berdampingan, saling menghormati, serta menjaga persaudaraan.
Melalui penampilan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen mengusung tema “Moderasi Beragama: Merawat Kerukunan, Menguatkan Persatuan” dalam rangkaian Karnaval Pembangunan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus peringatan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen.
Rombongan Kemenag Kebumen hadir tidak sekadar menampilkan atraksi karnaval. Setiap bagian membawa pesan pembangunan, penguatan kehidupan beragama, pendidikan generasi muda, pemberdayaan pesantren, hingga kemandirian ekonomi umat.
Di sepanjang rute karnaval, rombongan juga menyapa masyarakat dengan gaya khas Kebumen.
“Bapake… biyunge… Pak De… Bu De… Pak Lik… Bu Lik… Kamas… Makyu… sedulur kabeh!” menjadi sapaan hangat untuk mengajak masyarakat larut dalam suasana peringatan kemerdekaan dan hari jadi Kabupaten Kebumen.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menyampaikan bahwa moderasi beragama perlu terus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Kerukunan tidak cukup menjadi slogan, tetapi harus tampak melalui sikap saling menghormati dan kesediaan hidup berdampingan.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa sekaligus modal sosial penting dalam membangun daerah.
“Perbedaan agama dan keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta bersama-sama membangun Kebumen,” ujarnya.
Anif berharap pesan kerukunan melalui Karnaval Pembangunan dapat semakin menguatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga toleransi.
“Moderasi beragama mengajarkan kita agar mampu menjalankan keyakinan masing-masing dengan baik, sekaligus menghormati hak dan keyakinan orang lain. Jika kerukunan terus terjaga, pembangunan dapat berjalan dalam suasana aman dan damai,” imbuhnya.
Selain kampanye moderasi beragama, Kemenag Kebumen juga menampilkan program GO-TREN atau Gerakan Terpadu Pembinaan dan Sambang Pesantren.
Program tersebut membawa semangat “Pesantren Berdaya, Negara Jaya.”
Pesantren digambarkan bukan hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan sumber daya manusia, serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui pembinaan dan pendampingan, Kemenag Kebumen mendorong pesantren agar semakin maju, mandiri, dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.
Pesan pembangunan berikutnya datang melalui program KUA Goes to School.
Program tersebut menggambarkan peran Kantor Urusan Agama dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. KUA hadir di sekolah untuk memberikan pemahaman tentang kehidupan remaja, kesiapan membangun keluarga, pernikahan, serta nilai-nilai kehidupan sebagai bekal menghadapi masa depan.
Melalui KUA Goes to School, generasi muda diharapkan memiliki pemahaman dan kesiapan lebih baik dalam merencanakan masa depan serta membangun keluarga yang berkualitas.
Karnaval Kemenag Kebumen juga menampilkan semangat Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Visual para pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat menggambarkan upaya mendorong kemandirian melalui pendampingan, penguatan usaha produktif, serta pengembangan potensi ekonomi umat.
Ekonomi umat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Umat yang mandiri secara ekonomi diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga dan memberi dampak positif bagi lingkungan.
Ketua Tim Kerja Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, mengatakan keikutsertaan Kemenag Kebumen dalam Karnaval Pembangunan menjadi sarana untuk menyampaikan program dan pesan pembangunan kepada masyarakat secara lebih dekat dan mudah dipahami.
Menurut Salim, konsep karnaval sengaja dikemas melalui visual dan penampilan atraktif agar masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai program serta layanan Kementerian Agama.
“Pesan utama kami adalah Kementerian Agama hadir di tengah masyarakat. Kami ingin menunjukkan semangat kerukunan, pemberdayaan pesantren, pendampingan generasi muda melalui KUA Goes to School, hingga penguatan ekonomi umat,” katanya.
Ia menilai simbol para pemeluk agama berbeda yang duduk berdampingan dalam satu kendaraan menjadi salah satu pesan paling kuat dalam penampilan Kemenag Kebumen.
Pemandangan tersebut, lanjutnya, merupakan gambaran kehidupan masyarakat Kebumen yang selama ini menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan.
“Kami berharap kerukunan tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial. Nilai itu harus terus hidup dalam keseharian masyarakat. Boleh berbeda agama dan keyakinan, tetapi kita tetap hidup dalam satu daerah, satu bangsa, dan satu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Melalui Karnaval Pembangunan, Kemenag Kebumen mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menjaga persatuan.
Pesannya pun bergema melalui tema besar yang diusung:
Moderasi Beragama, Merawat Kerukunan, Menguatkan Persatuan.
Semangat tersebut berpadu dengan penguatan pesantren melalui “Pesantren Berdaya, Negara Jaya”, pembinaan generasi muda melalui KUA Goes to School, serta dorongan untuk membangun masyarakat mandiri melalui Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen, Kemenag Kebumen mengajak seluruh warga untuk menjaga warisan paling berharga dalam kehidupan bersama: persatuan di tengah keberagaman.
Berbeda agama, tetap bersaudara. Berbeda keyakinan, tetap bertetangga. Bersama menjaga Kebumen agar tetap rukun, damai, dan penuh keberkahan.


