Kebumen – Humas – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen membuka pelaksanaan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) dan Musabaqah Hifdzin Nadzhmi (MHN) dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2026. Sebanyak 43 santri mengikuti ajang yang diselenggarakan selama satu hari, Senin, 5 Oktober 2026.
Pembukaan MQK dan MHN ditandai dengan apel, doa bersama, serta penyematan Kartu Tanda Peserta kepada perwakilan peserta di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang digelar Kankemenag Kebumen sekaligus menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan, memperkuat tradisi keilmuan pesantren, serta menumbuhkan kecintaan terhadap khazanah keislaman.
MQK memperlombakan Kitab Fath al-Qarîb Al-Mujîb, dengan materi Bab Muamalah untuk peserta putra dan Bab Ubudiyyah untuk peserta putri. Sementara itu, MHN memperlombakan hafalan Kitab Nazham Al-Imrithi semua bab, yang diikuti peserta putra dan putri.
Para peserta berasal dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Kebumen. Mereka membawa bekal pembelajaran yang diperoleh di pesantren masing-masing untuk berkompetisi sekaligus mengukur kemampuan dalam bidang yang menjadi cabang perlombaan.
Bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, MQK dan MHN tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan pesantren dan memberikan ruang kepada santri untuk terus mengembangkan potensi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, berpesan agar seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kompetisi sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan menuntut ilmu.
“Ikuti perlombaan ini dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya berorientasi pada juara, tetapi jadikan MQK dan MHN sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman, dan semakin mencintai ilmu yang telah dipelajari di pesantren,” pesan Anif.
Menurutnya, kemampuan membaca, memahami, menguasai, dan menghafal kitab merupakan bagian dari tradisi pendidikan pesantren yang harus terus dijaga. Karena itu, pengalaman mengikuti MQK dan MHN diharapkan dapat memotivasi para santri untuk terus belajar, baik setelah perlombaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi juara tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang kalian pelajari membentuk pribadi yang berakhlak dan nantinya memberi manfaat bagi masyarakat. Terus belajar, tetap rendah hati, dan jangan pernah berhenti mengembangkan kemampuan,” lanjutnya.
Penyematan Kartu Tanda Peserta menjadi simbol kesiapan para santri untuk mengikuti perlombaan. Setelah mempersiapkan diri di pondok pesantren masing-masing, para peserta mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi yang mengedepankan keilmuan sekaligus adab.
Kankemenag Kebumen berharap pelaksanaan MQK dan MHN dapat memberikan dampak positif terhadap pembinaan santri di Kabupaten Kebumen. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi pesantren untuk semakin memperkuat pembelajaran kitab kuning dan hafalan nazham sebagai bagian dari tradisi pendidikan Islam.
Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan terbaik, tetapi juga menjaga adab, kedisiplinan, sportivitas, dan ukhuwah antarsantri. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari semangat Hari Santri yang hendak dibangun melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan.
Melalui MQK dan MHN 2026, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus memberikan ruang bagi santri agar berkembang dalam ilmu, prestasi, dan akhlak. Dengan demikian, peringatan Hari Santri tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat tradisi keilmuan dan menyiapkan generasi santri yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

