Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen //Kami Tolak Pungli || ZONA INTEGRITAS || Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) || Selamat Datang di Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen ||

UPZ Desa Logede Gelar Pelatihan Tata Boga

2021-09-20 11:13:49

Kebumen - Bertempat di halaman Masjid Al Ikhsan desa Logede UPZ desa Logede menyelenggarakan latihan pembuatan Chesestik & Pangsit, Sabtu (18/02). Dilaksanakan dengan Protokol kesehatan ketat, pelatihan diikuti oleh 10 peserta dari perwakilan 5 RW di desa Logede. Masing – masing RW mengirimkan 2 orang peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Turut hadir pada acara ini Ketua BAZNAS Kabupaten Kebumen Ahmad Sahli , Forkompincam Kecamatan Pejagoan, Ketua MWC NU, serta Kepala Desa setempat.

Acara pelatihan dibuka oleh Ahmad Sahli kemudian dilanjutkan dengan pemberian secara simbolis berisi alat penggilingan dan bahan untuk membuat chesestik dan pangsit kepada 10 calon peserta.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Kebumen Ahmad Sahli menyampaikan apresisasi dan bangganya kepada UPZ Desa Logede, karena menurutnya dari 13 desa yang ada di kecamatan Pejagoan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa Logede termasuk yang paling aktif berkontribusi kepada BAZNAS Kabupaten Kebumen.

“Mudah mudahan virus kebaikan ini bisa menyebar ke UPZ desa lainnya untuk lebih aktif dan dan produktif,” ucapnya.

H. Sahli menerangkan, berdasarkan data yang ada di BAZNAS dari 460 desa di Kebumen, saat ini baru 302 desa yg sdh terebentuk UPZ dan masih 100 lebih yg belum terbentuk. Sementera dari 302 UPZ yg terbentuk baru 100an UPZ yg aktif dalam pemgumpulan zakat & infaq.

Terkait pelatihan tata boga ini, H. Sahli berharap mudah – mudahan bisa memberikan ketrampilan pembuatan Chesestik & Pangsit kepada peserta. Sehingga nantinya setelah dibekali ketrampilan tersebut, para peserta bisa mandiri (berwirausaha) mengembangkan ekonomi keluarganya.

“UPZ merupakan jembatan bagi fakir miskin utk mendapatkan haknya,”pungkas H. Sahli.

Sementara itu, Puput sebagai instruktur pada  pelatihan ini memberikan motivasi agar para peserta lebih kreatif mengembangkan jenis olahan  sehingga lebih menarik dari sisi pacakingnya, dengan tetap menjaga kualitas rasa, higienitas dan kehalalannya.(fz).